Dampak Perubahan Iklim Dan Pola Penyakit



(Sumber Gambar : https://geologi.co.id)

            Perubahan iklim merupakan suatu perubahan kondisi cuaca yang dalam jangka waktu tertentu. Perubahan iklim ditandai dengan peningkatan temperatur dan perubahan curah hujan secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Musim pancaroba yaitu peralihan musim antara musim penghujan dan kemarau yang dapat meningkatkan kejadian penyakit di masyarakat. Hal ini akibat suhu dan kelembaban yang tidak menentu selama musim peralihan. Selain itu dengan kondisi kekebalan tubuh yang menurun seringkali menimbulkan penyakit.
            Terjadinya perubahan iklim berkaitan dengan aktifitas manusia, sehingga sifat kejadiannya menjadi lebih cepat dan drastis. Adapun dampak perubahan iklim mencakup beberapa aspek  kehidupan dan telah dirasakan oleh manusia. Perubahan ini kemudian berpengaruh pada pola penularan penyakit menular dengan  vektor. Seperti terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue  khususnya saat peralihan musim yang ditandai oleh curah hujan dan suhu udara yang tinggi.

(Sumber Gambar : mediaindonesia.com)

         Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan nyamuk aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropic. Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang berkaitan terhadap perubahan iklim karena perkembangan vektor aedes dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  1. Kondisi cuaca dapat mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan populasi nyamuk 
  2. Curah hujan yang tinggi mempengaruhi habitat perindukan nyamuk. 
  3. Suhu berupa panas yang ekstrim dapat meningkatkan mortalitas nyamuk, sebaliknya suhu yang hangat dapat meningkatkan kelangsungan hidup, aktivitas mengigit, dan masa inkubasi ekstrinsik yaitu tingkat kematangan patogen di dalam diri nyamuk.
                Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan nafas menjadi tidak normal, tiba-tiba suhu badan meningkat dan disertai demam dan panas yang berlangsung selama 7 hari, demam tidak kunjung reda setelah minum obat, nafsu makan menurun, kepala terasa mudah pusing, kulit tampak menjadi kemerahan bintik-bintik dan jika kondisi suhu tubuh semakin tinggi dan kepala terus pusing terkadang bisa menyebabkan hilang kesadaran (pingsan). Jika tidak segera ditangani dengan cepat, gejala demam berdarah tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang serius. Diantaranya seperti kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, keluarnya darah dari hidung dan gusi, kegagalan sistem peredaran darah hingga pendarahan hebat.
        Adapun upaya-upaya dalam melakukan pencegahan dan penurunan risiko kejadian DBD. Dengan melakukan berbagai kegiatan seperti perawatan tampungan-tampungan air, pengurangan jumlah genangan air, peningkatan sanitasi dan sarana akses air bersih, pengendalian jumlah populasi nyamuk melalui pemberian obat dan fogging serta meningkatkan kebersihan rumah dan lingkungan.

           

Komentar

  1. Informasinya sangat bermanfaat👍👍

    BalasHapus
  2. terima kasih informasix yg sangat bermanfaat semoga info info yg lain bisa diupdate.

    BalasHapus
  3. Tetap menjaga kesehatan dan kebersihan

    BalasHapus
  4. Wah, informasinya sangat penting dan bermanfaat :)

    BalasHapus

Posting Komentar